BULAI PADA JAGUNG PDF

Permintaan pasar dalam negeri dan peluang ekspor komoditas jagung cenderung meningkat dari tahun ke tahun, baik untuk memenuhi kebutuhan pangan maupun non pangan. Usaha jagung secara intensif berpola agribisnis dapat memacu peningkatan produksi dan produktvitas jagung nasional, perluasan lapangan kerja dan kesempatan berusaha, pengurangan impor, perbaikan gizi masyarakat serta peningkatan pendapatan petani. Disamping itu jagung dapat dirancang sebagai komoditas ekspor ke pasar internasional sebagai sumber devisa negara. Namun demikian, bukan berarti potensi tersebut dapat diraih dengan mudah tanpa halangan. Banyak kendala yang cukup menghambatnya sehingga justru kegagalan yang didapatkan.

Author:Kazizragore Nikozragore
Country:Belize
Language:English (Spanish)
Genre:Video
Published (Last):1 January 2007
Pages:298
PDF File Size:9.38 Mb
ePub File Size:2.14 Mb
ISBN:888-2-95075-892-6
Downloads:63237
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Zubei



Sejahteralah Petani Indonesia! Lahan Jagung Indonesia Sangat Luas Indonesia merupakan negara yang memiliki lahan jagung sangat luas, bahkan salah satu yang terluas di Asia Tenggara.

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia, luas panen jagung di Indonesia pada tahun adalah 5. Produksi jagung pada mencapai 28,9 juta ton. Ancaman Penyakit Bulai Dengan besarnya lahan dan produksi jagung yang dimiliki Indonesia, petani juga harus siap dengan ancaman yang ada, salah satunya adalah penyakit bulai.

Penyakit ini merupakan penyakit umum yang ditemukan pada jagung. Ia disebabkan oleh jamur Peronosclerospora maydis. Penyebaran jamur ini sangat cepat dan luas jika dibantu oleh angina, yakni dapat menyebar hingga radius km. Sementara jika tidak dibantu angina, penyebarannya tetap dapat mencapai radius meter. Kerusakan terbesar pada tanaman jagung akibat penyakit bulai dapat ditemukan pada tahun , di mana produksi jagung di Lampung mengalami penurunan dari Dalam rentang waktu yang sama, penyakit bulai juga menyerang 2.

Cara Mengendalikan Penyakit Bulai Pada Jagung Oleh karena itu, petani harus tahu bagaimana cara mengendalikan penyakit bulai jagung agar tidak mengalami kerugian besar. Source: pexels. Memastikan usia tanaman di waktu yang tepat Jamur peronosclerospora maydis biasanya mengalami perkembangan pesat pada musim peralihan, yaitu peralihan dari musim hujan ke musim kemarau, atau sebaliknya.

Jamur ini juga rentan menyerang tanaman jagung di usia minggu. Oleh karena itu, petani harus bisa memastikan bahwa tanaman jagungnya telah melewati usia minggu pada saat musim peralihan. Hal ini diperlukan untuk mencegah atau memperkecil serangan Peronosclerospora maydis. Melakukan pergiliran tanaman Untuk mencegah perkembangan Peronosclerospora maydis yang cepat, sebaiknya petani melakukan pergiliran tanaman. Setelah panen jagung, lahan sebaiknya ditanami tanaman yang bukan inang Peronosclerospora maydis bukan jagung, gandung, padi, atau sorgum lainnya , misal cabai, dan sebagainya.

Pergiliran tanaman ini akan membuat Peronosclerospora maydis tidak memiliki media untuk berkembang. Perlakukan benih dengan fungisida Karena Peronosclerospora maydis merupakan jenis jamur, maka petani dapat mengatasinya dengan menggunakan fungisida.

Namun, fungisida yang digunakan untuk mengatasi penyakit bulai jagung di sini adalah fungisida berbahan aktif belerang atau tembaga. Jenis fungisida ini diperlukan agar konidia yang terbawa oleh benih tidak tumbuh. Melakukan pengamatan rutin Untuk setiap tanaman, pastinya kita harus selalu melakukan pengamatan. Mengingat penyakit bulai jagung sangat berbahaya bagi tanaman, pengamatan rutin memang sangat diperlukan.

Hal ini dilakukan agar petani dapat segera tahu jika terdapat indikasi penyakit bulai pada tanaman jagungnya, sehingga dapat diatasi sedini mungkin.

Jika terdapat tanaman yang mulai menunjukkan gejala penyakit bulai, sebaiknya ia dicabut atau dibakar agar penyakitnya tidak menular pada tanaman jagung yang sehat.

Gejala serangan Peronosclerospora maydis pada jagung biasanya berbeda-beda, tergantung usia tanaman jagung tersebut. Jika jagung diserang penyakit bulai pada usia minggu, gejala yang ditunjukkan biasanya berupa daun yang menguning dan kaku. Jika diserang pada usia minggu, daun jagung yang baru membuka biasanya ikut menguning, pertumbuhan tanaman melambat, tongkolnya hanya terdiri dari sedikit biji, dan terkadang tongkolnya berbentuk tidak normal.

Sementara jika tanaman diserang pada usia di atas 5 minggu, gejala yang ditunjukkan berupa daun yang membengkok klorosis. Oleh karena itu, rajin-rajinlah mengamati tanaman jagungmu!

Sumber: Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

SEKINE DUASI PDF

Cara Mengatasi Penyakit Bulai pada Jagung

Penyakit ini menjadi momok menakutkan di kalangan petani jagung, karena dampaknya yang mengharuskan petani untuk membongkar tanaman jagungnya sebelum dapat panen. Kebanyakan dari petani hanya sekadar tahu bahwa penyakit ini begitu berbahaya namun tak banyak yang tahu hakikat serta cara pengendaliannya. Jadi, bagaimanakah sebenarnya penyakit bulai ini? Penyakit bulai merupakan penyakit utama pada tanaman jagung yang disebabkan oleh jamur Peronosclerospora Maydis. Perkembangan penyakit ini dimulai dengan infeksi konidia spora jamur yang jatuh di permukaan daun jagung.

ANSI TIA EIA 758 PDF

.

HUD 7584 PDF

.

Related Articles