MAKALAH ISDN PDF

Pendahuluan Penyakit jantung iskemik adalah keadaan berbagai etiologi, yang menyebabkan ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen miokard. Penyebab paling umum iskemia miokard adalah aterosklerosis. Keberadaan aterosklerosis menyebabkan penyempitan pada lumen pembuluh arteri koronaria epikardial sehingga suplai oksigen miokard berkurang. Iskemia miokard juga dapat terjadi karena kebutuhan oksigen miokard meningkat secara tidak normal seperti pada hipertrofi ventrikel atau stenosis aorta. Jika kejadian iskemik bersifat sementara maka berhubungan dengan angina pektoris, jika berkepanjangan maka dapat menyebabkan nekrosis miokard dan pembentukan parut dengan atau tanpa gambaran klinis infark miokard Isselbacher, Obat yang umum digunakan yaitu antiangina senyawa nitrat, penghambat beta, penghambat kanal kalsium dan asetosal Isselbacher,

Author:Malazuru Shar
Country:Suriname
Language:English (Spanish)
Genre:Health and Food
Published (Last):10 May 2012
Pages:281
PDF File Size:10.59 Mb
ePub File Size:14.55 Mb
ISBN:883-5-19679-815-3
Downloads:24366
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Niramar



Obat merupakan alat utama terapi untuk mengobati klien yang memiliki masalah. Obat bekerja menghasilkan efek terapeutik yang bermanfaat. Walaupun obat menguntungkan klien dalam banyak hal, beberapa obat dapat menimbulkan efek samping yang serius atau berpotensi menimbulkan efek yang berbahaya bila kita memberikan obat tersebut tidak sesuai dengan anjuran yang sebenarnya.

Seorang Bidan juga memiliki tanggung jawab dalam memahami kerja obat dan efek samping yang ditimbulkan oleh obat yang telah diberikan, memberikan obat dengan tepat, memantau respon klien, dan membantu klien untuk menggunakannya dengan benar dan berdasarkan pengetahuan. Oleh karena itu, pada makalah ini akan dibahas salah satu rute pemberian obat, yaitu rute pemberian obat secara Sublingual, memberikan obat pada pasien dengan meletakkan obat pada bagian bawah lidah.

Apa yang dimaksud dengan pemberian obat secara sublingual 2. Apa tujuan pemberian obat secara sublingual 3. Apa yang perlu diperhatikan dalam pemberian obat 4. Apa saja komplikasi dan kesalahan yang mungkin terjadi dalam pemberian obat 5. Bagaimana rute pemberian obat 6.

Apa efek samping dari pemberian obat 7. Bagaimana prosedur pemberian obat 8. Bagaimana teknik pemberian obat sublingual 9. Apa saja faktor yang mempengaruhi dosis obat C. Mengetahui yang dimaksud dengan pemberian obat secara sublingual 2.

Memahami tujuan pemberian obat secara sublingual 3. Mengetahui yang perlu diperhatikan dalam pemberian obat 4. Mengetahui komplikasi dan kesalahan yang mungkin terjadi dalam pemberian obat 5. Memahami rute pemberian obat 6. Memahami efek samping dari pemberian obat 7. Mengetahui prosedur pemberian obat 8. Memahami teknik pemberian obat sublingual 9. Mengetahui faktor yang mempengaruhi dosis obat D. MANFAAT Agar pembaca terutama tenaga kesehatan mampu memahami bagaimana memberikan obat dengan rute yang tepat sehingga tidak terjadi suatu kesalahan atau kelalaian yang dapat merugikan pasien maupun tenaga kesehatan itu sendiri.

Definisi Obat Sublingual Obat adalah semua zat baik dari alam hewan maupun tumbuhan atau kimiawi yang dalam takaran dosis yang tepat atau layak dapat menyembuhkan, meringankan atau mencegah penyakit atau gejala — gejalanya.

Obat sublingual adalah obat yang cara pemberiannya ditaruh di bawah lidah. Ini berarti bahwa pil diletakkan di bawah lidah di mana ia akan larut dan diserap ke aliran darah. Orang tersebut tidak boleh minum atau makan apapun sampai obat itu hilang. Meskipun cara ini jarang dilakukan, namun perawat harus mampu melakukannya.

Dengan cara ini, aksi kerja obat lebih cepat yaitu setelah hancur di bawah lidah maka obat segera mengalami absorbsi ke dalam pembuluh darah. Cara ini juga mudah dilakukan dan pasien tidak mengalami kesakitan. Pasien diberitahu untuk tidak menelan obat karena bila ditelan, obat menjadi tidak aktif oleh adanya proses kimiawi dengan cairan lambung.

Untuk mencegah obat tidak di telan, maka pasien diberitahu untuk membiarkan obat tetap di bawah lidah sampai obat menjadi hancur dan terserap. Obat yang sering diberikan dengan cara ini adalah nitrogliserin yaitu obat vasodilator yang mempunyai efek vasodilatasi pembuluh darah.

Obat ini banyak diberikan pada pada pasien yang mengalami nyeri dada akibat angina pectoris. Dengan cara sublingual, obat bereaksi dalam satu menit dan pasien dapat merasakan efeknya dalam waktu tiga menit Rodman dan Smith, Kelebihan dari cara pemberian obat dengan sublingual adalah efek obat akan terasa lebih cepat dan kerusakan obat pada saluran cerna dan metabolisme di dinding usus dan hati dapat dihindari.

Obat sublingual dirancang supaya, setelah diletakkan di bawah lidah dan kemudian larut, mudah diabsorpsi. Obat yang diberikan di bawah lidah tidak boleh ditelan. Bila ditelan, efek yang diharapkan tidak akan dicapai.

Contoh obat yang biasa diberikan secara sublingual : Gliserin B. Tujuan Pemberian Obat Tujuan pembeian obat secara umum yaitu untuk menghilangkan rasa nyeri dan menyembuhkan penyakit yang diderita oleh klien. Tujuan pemberian obat secara sublingual sendirin adalah agar efek yang ditimbulkan bisa lebih cepat karena pembuluh darah di bawah lidah merupakan pusat dari sakit. Selain itu, tujuannya untuk memperoleh efek local dan sistemik, memperoleh aksi kerja obat yang lebih cepat dibandingkan secara oral dan menghidari kerusakan obat oleh hepar.

Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Pemberian Obat 1. Benar Pasien Sebelum obat diberikan, identitas pasien harus diperiksa papan identitas di tempat tidur, gelang identitas atau ditanyakan langsung kepada pasien atau keluarganya. Jika pasien tidak sanggup berespon secara verbal, respon non-verbal dapat dipakai, misalnya pasien mengangguk.

Jika pasien tidak sanghgup mengidentifikasi diri akibat gangguan mental atau gangguan kesadaran, harus dicari cara identifikasi yang lain seperti menanyakan langsung kepada keluarganya.

Bayi harus selalu diidentifikasi dari gelang identitasnya. Benar Obat Obat memiliki nama dagang dan nama generik. Sebelum memberi obat kepada pasien, label pada botol atau kemasannya harus diperiksa 3 kali. Pertama saat membaca permintaan obat dan botolnya diambil dari rak obat. Kedua, label botol dibandingkan dengan obat yang diminta. Ketiga, saat dikembalikan ke rak obat.

Jika labelnya tidak terbaca, isinya tidak boleh dipakai dan harus dikembalikan ke bagian farmasi. Jika pasien meragukan obatnya, perawat harus memeriksanya lagi. Saat memberi obat perawat harus ingat untuk apa obat itu diberikan. Ini membantu mengingat nama obat dan kerjanya. Benar Dosis Sebelum memberi obat, perawat harus memeriksa dosisnya.

Jika ragu, perawat harus berkonsultasi dengan dokter yang menulis resep atau apoteker sebelum dilanjutkan kepada pasien. Jika pasien meragukan dosisnya perawat harus memeriksanya lagi.

Ada beberapa obat baik ampul atau tablet memiliki dosis yang berbeda tiap ampul atau tabletnya. Faktor yang menentukan pemberian rute terbaik ditentukan oleh keadaan umum pasien, kecepatan respon yang diinginkan, sifat kimiawi dan fisik obat, serta tempat kerja yang diinginkan. Obat dapat diberikan peroral, sublingual, parenteral, topikal, rektal dan inhalasi. Benar Waktu Ini sangat penting khususnya bagi obat yang efektivitasnya tergantung untuk mencapai atau untuk mempertahankan kadar darah yang memadai.

Jika obat harus diminum sebelum makan, untuk memperoleh kadar yang diperlukan, harus diberi satu jam sebelum makan. Ingat, dalam pemberian antibiotik yang tidak boleh diberikan bersama susu karena susu dapat mengikat sebagian besar obat itu sebelum dapat diserap.

Ada obat yang harus diminum setelah makan, untuk menghindari iritasi yang berlebihan pada lambung misalnya asam mefenamat. Benar Dokumentasi Setelah obat diberikan, harus didokumentasikan tentang dosisnya, rutenya, waktu pemberian dan oleh siapa obat itu diberikan. Bila pasien menolak meminum obatnya, atau obat itu tidak dapat diminum, harus dicatat alasannya dan dilaporkan. Komplikasi dan Kesalahan dalam Pemberian Obat Obat memiliki 2 efek yakni terapeutik dan efek samping.

Efek terapeutik obat memiliki kesesuaian terhadap efek yang diharapkan sesuai kandungan obatnya seperti paliatif berefek untuk mengurangi gejala , kuratif memiliki efek pengobatan , suportif berefek untuk menaikkan fungsiatau respons tubuh , substitutif berefek sebagai pengganti , efek kemoterapi berefek untuk mematikan atau menghambat dan restorative berefek pada memulihkan fungsi tubuh yang sehat. Efek samping merupakan dampak yang tidak diharapkan, tidak bisa diramal, dan memungkinkan dapat membahayakan seperti adanya alergi, toksisitas keracunan , penyakit iatrogenic, kegagalan dalam pengobatan, dan lain — lain.

Alergi kulit : apabila terjadi alergi kulit atas pemberian obat kepada klien, keluarkan sebanyak mungkin pengobatan yang telah diberikan, beritahu dokter, dan catat dalam pelaporan.

Resiko kesalahan pengobatan injeksi meningkat secara bermakna dengan semkin meningginya keparahan sakit pasien, semakin tinggi pelayanan dan semakin banyaknya penyuntikan obat. Resiko lebih rendah ketika ada sistem pelaporan kejadian kritia dan ketika pengecekan rutin pada perubahan shift perawat. Rute Pemberian Obat Pada pemilihan rute pemberian obat, bergantung pada kandungan obat dan efek yang diinginkan serta kondisi dan mental pasien. Perawat sering terlibat dalam pemilihan rute pemberian obat.

Hal itu terjadi karena perawat terlibat dalam perawatan klien secara konsisten. Ada beberapa rute pemberian obat, disini kami akan membahas pemberian obat sublingual. Pemberian obat secara sublingual dilakukan dengan cara diletakkan di bawah lidah, kemudian larut sehingga mudah diabsorbsi. Obat yang diberikan secara sublingual tidak boleh ditelan, jika obat ditelan maka efek yang diinginkan tidak akan tercapai.

Contoh obat yang biasa diberikan secara sublingual yaitu Gliserin. Prosedur Pemberian Obat Sublingual 1. Persiapan Klien a. Cek perencanaan Keperawatan klien b. Klien diberi penjelasan tentang prosedur yang akan dilakukan 2. Persiapan Alat a. Obat yang sudah ditentukan b. Tongspatel bila perlu c. Kasa untuk membungkus tongspatel G. Teknik Pemberian Obat Sublingual 1. Pelaksanaan a. Cuci tangan tujuh langkah b. Memasang tongspatel jika klien tidak sadar , kalau sadar anjurkan klien untuk mengangkat lidahnya.

Meletakan obat dibawah lidah d. Memberitahu klien supaya tidak menelan obat e. Cuci tangan kembali setelah melakukan rute tersebut pada pasien f. Perhatikan dan catat reaksi klien setelah pemberian obat 2.

CONVERT XDW FILES TO PDF

PENGGUNAAN ISOSORBID DINITRAT PADA PENYAKIT JANTUNG ISKEMIK

Nangka No. E-mail: lilissuryani yahoo. ISDN adalah suatu sistem telekomunikasi yang mengintegrasikan layanan antara data, suara, dan gambar dalam suatu jaringan yang terpadu. Integrasi dari system komunikasi ini memberikan keuntungan berupa penghematan dan fleksibilitas kepada para pemakainya, karena biaya pengadaan untuk sistem yang terintegrasi ini akan jauh lebih murah daripada membeli sistem yang terpisah. Kata kunci: Integrated Services, Digital, Network. Sistem tersebut didisain untuk transmisivoice analog and tidak memenuhi kebutuhan komunikasi modern. Pada, the CCITT Consultation Committee for International Telegraphy and Telephony bersama sama perusahaan telepon memutuskan untuk membangun sistem telepon yang fully digital sebagai bagian dari awal abad

ADABUL MUFRAD INDONESIA PDF

Contoh Susunan Makalah Lengkap yang Baik dan Benar

Bagaimana prinsip kerjanya? Apa kelebihan dan kekurangan IDSN? Mengetahui apa pengertian ISDN 2. Mengetahui prinsip kerjanya 4.

JBL ES80 PDF

Banyak peralatan bisa di letakkan pada kabel tersebut dan digunakan sesuai kebutuhan. Terminal-terminal analog-pun misal: pesawattelepon, fax, modem bisa dikoneksikan kejaringan ISDN dengan menambahkan adapter. Para pemakai ISDN diberikan keuntungan berupa fleksibilitas dan penghematan biaya , karena biaya untuk sistem yang terintegrasi ini akan jauh lebih murah apabila menggunakan sistem yang terpisah. Para pemakai juga memiliki akses standar melalui satu set interface pemakai jaringan multiguna standar.

BLISTAVO I STRASNO PDF

Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan Makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. ISDN diprakarsai oleh H. Jenis circuit switched telepon sistem jaringan, yang dirancang untuk memungkinkan digital sebagai lawan dari analog transmisi suara dan data melalui kabel tembaga telepon biasa, menghasilkan kualitas yang lebih baik dan kecepatan yang lebih tinggi, daripada yang tersedia dengan analog sistem.

Related Articles