KITAB DARMOGANDUL PDF

Lil Muttaqin: "Sesudah telanjang kemaluan laki-laki termuat dalam kemaluan wanita Kitab yang lahir di Jawa pada masa Islam sedang tumbuh-tumbuhnya ini satu paket tema dan corak dengan Centhini, Gatoloco, Dewa Rutji. Selain dituduh sebagai kitab penyesat maha sesat, kitab ini juga dituding banyak kalangan sebagai kitab pengumbar syahwatmahasyahwat. Itulah sebabnya kitab ini hanya beredar di kalangan terbatas.

Author:Faesho Zulkirg
Country:Great Britain
Language:English (Spanish)
Genre:Marketing
Published (Last):27 March 2004
Pages:108
PDF File Size:3.71 Mb
ePub File Size:9.93 Mb
ISBN:620-8-40457-360-4
Downloads:16281
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Negrel



Kitab Arab djaman waktu niki Kitab Arab jaman sekarang ini Sampun mboten kanggo Resah sija adil lan kukume Hukum di dalamnya meresahkan dan tidak adil Kitab Darmogandul Banyak versi yang menjelaskan tentang kitab Darmogandul, terutama tentang jati diri orang yang menulis kitab tersebut dan kapan kitab tersebut ditulis.

Ada sebagian kalangan yang menyatakan bahwa kitab tersebut ditulis oleh Ki Kalamwadi yang mempunyai guru bernama Raden Budi Sukardi. Ki Kalamwadi ini mempunyai murid yang bernama Darmo Gandhul. Nama dari muridnya inilah yang kemudian menjadi nama kitabnya.

Dalam versi itu juga disebutkan bahwa kitab ini ditulis pada tahun M, yakni ketika kerajaan Majapahit masih berdiri. Namun versi lain mengatakan bahwa kitab tersebut ditulis oleh Darmogandul sendiri. Ada juga yang perbaya bahwa kitab tersebut adalah hasil tulisan pujangga Jawa terkenal Ronggowarsito.

Tapi yang pasti, kitab tersebut memang benar-benar ada. Isinya sangat disakralkan oleh sebagian orang, terutama oleh para penganut kepercayaan. Lebih lanjut, para penganut kepercayaan ini me-namakan diri sebagai penganut ajaran Darmogandul.

Pada umumnya, kitab Darmogandul ini banyak menceritakan tentang fenomena keagamaan saat itu, yakni saat Majapahit memimpin nusantara. Tentu saja, agama-agama yang disinggung saat itu adalah Budha, Hindu, dan Islam. Sebagai contohnya, ada beberapa bagian dari kitab Darmogandul yang menceritakan tentang proses Islamnya Prabu Brawijaya, raja terakhir Kerajaan Majalengka, yang kemudian disebut dengan nama Kerajaan Majapahit. Diceritakan dalam kitab tersebut bahwa Prabu Brawijaya masuk Islam setelah kerajaan Majalengka yang dipimpinnya hancur diserang pasukan Raden Patah atau Babah Patah, yang tidak lain adalah anak dari Prabu Brawijaya sendiri.

Dalam kitab tersebut diceritakan bahwa Prabu Brawijaya sudah lama tertarik dengan agama Islam setelah me-nikah dengan Putri Campa. Namun karena merasa sebagai seorang pemimpin dari kerajaan Hindu dan Budha, ia belum bisa menerima Islam sebagai jalan hidupnya. Dari pernikahannya ini, ia dikarunia anak yang bernama Babah Patah atau Raden Patah.

Di usianya yang sudah dewasa, Raden Patah diberi wewenang oleh ayahnya untuk memimpin Demak, namun masih dalam pengawasan kerajaan Majapahit. Tidak hanya itu, Prabu Brawijaya juga mengizinkan para ulama Arab, yang kemudian disebut para sunan, untuk menyebarkan Islam di kawasan Demak. Setelah beberapa tahun lamanya, banyak orang-orang Jawa yang berpindah agama dari Hindu atau Budha kepada ajaran Islam.

Konflik kemudian muncul setelah Demak berniat menyerang Majapahit. Para sunan berkumpul dengan para bupati Demak yang sudah masuk Islam, untuk menguasai Majapahit. Raden Patah menyetujui usulan ini. Mendengar desas-desus ini, Prabu Brawijaya merasa heran dan tidak habis pikir mengapa anaknya dan para ulama Demak hendak menyerang Majapahit.

Padahal, pikirnya, mereka telah mendapat jatah kekuasaan di Demak dari Majapahit. Tapi mengapa setelah besar kekuatannya, Demak malah menyerang Majapahit. Karena kondisi saat itu sangat kacau, Majapahit akhirnya jatuh ke tangan Demak. Sejak saat itu pula, pusat peradaban Jawa beralih ke Demak dan agama Islam semakin diminati. Namun Prabu Brawijaya tidak bisa menerima kekalahan begitu saja.

Kemudian ia meminta bantuan bala tentara dari Bali untuk menyerang kembali Raden Patah, namun hal ini berhasil dihentikan oleh Sunan Kalijaga dan konon, Prabu Brawijaya menyerahkan diri dan bersedia menjadi seorang muslim.

Darmogandul melecehkan ajaran Islam Ada beberapa cerita dari Darmogandul yang jelas-jelas merendahkan ajaran Islam dan kaum muslimin. Memang bisa dimengerti karena bagaimanapun juga Darmogandul adalah kitab yang menjelaskan keagungan Majapahit dan agama yang dianutnya, yaitu Hindu dan Budha. Dalam kitab Darmogandul, penilaian terhadap ajaran Islam adalah penilaian yang subjektif, yakni dari sudut pandang orang-orang yang menolak penyebaran Islam di tanah Jawa.

Seperti kisah Sabdopalon, seorang abdi Prabu Brawijaya, ia menolak ajakan majikannya untuk masuk agama Islam. Sebagai bentuk kekecewaanya, Sabdopalon banyak mencela dan merendahkan ajaran-ajaran Islam. Dan celaan-celaan itu tertuang dalam kitab Darmogandul. Ini adalah sesuai dengan dzikir mereka. Mereka menyebut nama Allah, memang Ala bahasa Jawa yang artinya jahat adalah hatinya orang Islam. Mereka halus dalam lahirnya saja, pada hakekatnya mereka itu terasa pahit dan asin.

Ra-su-lu-lah, artinya rasa yang salah red. Oleh karena itu, ia adalah orang gila, pagi sore berteriak-teriak red. Lebih-lebih jika mereka melihat anjing, mereka pura-pura dirinya terlalu bersih.

Baginya ini adalah halal walaupun dengan tidak pakai nikah. Inilah sebabnya mereka tidak mau makan dagingnya. Rasjidi, seorang sejarawan Indonesia yang sudah menerjemahakan kitab Darmogandul dari bahasa aslinya ke dalam bahasa Indonesia, mengungkapkan bahwa aliran Darmogandul ini adalah ajaran yang sesat serta melecehkan Islam dan kaum muslimin. Setidaknya, Darmogandul bisa dikatakan sebagai kitab bagi aliran kepercayaan yang sarat dengan nuansa kebencian dan bahkan pornografi.

Menurut Darmogandul, hakikat ajaran Islam adalah syahadat, yang dalam versinya ditafsirkan dengan kata Sarengat, yang berarti hubungan intim. Artinya, hubungan intim dalam ajaran Islam adalah suatu bentuk ibadah yang agung sekali. Berdasarkan keterangan tadi, nampak jelas bahwa tujuan utama kitab Darmogandul ditulis untuk menghina, mencela, merendahkan, dan merongrong ajaran Islam.

Kitab ini diperkirakan sudah ada pada abad ke 19 M. Gatoloco sendiri adalah nama tokoh utama dari kitab tersebut.

Dia digambarkan memiliki wajah dan penampilan yang buruk. Orangnya kerdil, tidak memiliki mata, hidung, dan telinga. Secara isi, baik Gatoloco dan Darmogandul adalah sama, yakni sebagai kitab yang menentang penerapan a-aran Islam pada masa itu.

Berikut ini adalah beberapa ringkasan dari Prof. Barang-barang seperti itu, lebih halal daripada barang-barang halal seperti kambing, sapi, atau kerbau yang dida-patkan dengan cara yang tidak baik. Rasulullah adalah hatiku, agamaku adalah agama rasa. Nafsu yang dari mulut adalah sembahyangku untuk Muhammad. Arti lafadz "baitun" adalah baito perahu, kapal yang ber-arti baitullah adalah perahu yang dibuat oleh Allah.

Sebenarnya masih banyak kutipan-kutipan dari kedua kitab itu, baik Darmogandul maupun Gatoloco yang jelas-jelas melecehkan Islam dan banyak mengandung unsur pornografi. Kiranya, amat sangat tidak etis jika kami redaksi menulis contoh-contoh selanjutnya dari penghinaan Darmogandul ini.

Antara Darmogandul dan Gatoloco dengan Jaringan Islam Liberal Darmogandul adalah sebuah kitab yang isi dan muatannya penuh konflik dan penyelewengan ajaran Islam. Isi dari kitab itu banyak yang menlecehkan nilai-nilai syariat dan memberi kesan bahwa ajaran kebatinan, seperti Budha dan Hindu, jauh lebih baik daripada Islam. Darmogandul jelas menolak syariat. Jangankan untuk mendiskusikan penegakan syariat, untuk membicarakannya pun sudah diliputi rasa benci.

Begitulah, Darmogandul merupakan cermin kebencian para penganut ajaran nenek moyang pada zaman dahulu terhadap agama Islam. Namun kebencian itu ternyata tidak padam. Benih-benih Darmogandul kini bersemi kembali.

Kecaman-kecaman serta penghinaan-penghinaan terhadap ajaran Islam dan kaum muslimin, kembali ramai dimunculkan. Kini kebencian itu jauh lebih melebar. Di Indonesia, kini telah muncul suatu jaringan internasional yang mengusung nilai-nilai pluralisme namun sarat dengan kebencian terhadap ajaran Islam.

Tidak berbeda dengan para pendahulunya, JIL merupakan generasi baru bagi para pembenci Islam, sebagaimana Darmogandul dan orang-orang yang menjadi pengikutnya. Kalau dicari bedanya, tentu ada beberapa perbedaan antara Darmogandul dan JIL.

Sedangkan JIL bisa disebut pintar dalam mendalami kajian fiqih dan tafsir. Sedangkan penghinaan JIL terhadap ajaran Islam sama sekali menunjukkan bahwa dirinya munafik, dia paham Islam namun menikam Islam itu sendiri. Tapi bagaimanapun juga, Darmogandul dan JIL itu ibarat dua mata uang logam yang sama, yakni sama-sama pembenci Islam dan kaum muslimin. Diposting oleh supriadieblog di

URATUJ MNIE RACHEL REILAND PDF

Suluk Gatoloco

Carita adege nagara Islam ing Demak bedhahe nagara Majapahit kang salugune wiwite wong Jawa ninggal agama Buddha banjur salin agama Islam. Serat Darmagandul merupakan kitab yang cukup dikenal dalam kesusasteraan Jawa. Tidak sedikit yang menggunakannya sebagai bahan studi sejarah, terutama terkait keruntuhan Majapahit. Serat Darmogandul merupakan serat yang berisi cerita tentang dialog antara tokoh-tokoh pada jaman dulu kala di Indonesia.

COPI IRVING INTRODUCCION A LA LOGICA PDF

Kitab Arab djaman waktu niki Kitab Arab jaman sekarang ini Sampun mboten kanggo Resah sija adil lan kukume Hukum di dalamnya meresahkan dan tidak adil Kitab Darmogandul Banyak versi yang menjelaskan tentang kitab Darmogandul, terutama tentang jati diri orang yang menulis kitab tersebut dan kapan kitab tersebut ditulis. Ada sebagian kalangan yang menyatakan bahwa kitab tersebut ditulis oleh Ki Kalamwadi yang mempunyai guru bernama Raden Budi Sukardi. Ki Kalamwadi ini mempunyai murid yang bernama Darmo Gandhul. Nama dari muridnya inilah yang kemudian menjadi nama kitabnya. Dalam versi itu juga disebutkan bahwa kitab ini ditulis pada tahun M, yakni ketika kerajaan Majapahit masih berdiri. Namun versi lain mengatakan bahwa kitab tersebut ditulis oleh Darmogandul sendiri.

70-298 TESTKING PDF

Bila dikaji secara mendalam, kitab Darmo Gandul dan Gatolotjo isinya bukan semata-mata sinkritisme, mencari kesamaan dan persamaan di antara ajaran agama-agama, seperti Hindu, Budha, dan Islam, melainkan membuat penafsiran dan penakwilan ajaran agama Islam. Dalam buku Darmo Gandul, misalnya, terdapat kesan bahwa zikir cara Budha itu lebih daripada zikir cara Islam. Dan, berikut sedikit uraian tentang buku Darmo Gandul, pada sebuah pangkur yang isinya menghina Islam. Di antara isinya adalah sebagai berikut : 1. Orang yang beragama Islam itu jahat.

Related Articles