KELAS POLYCHAETA PDF

Mereka ditemukan hidup di laut, air tawar, tanah, dan tempat-tempat yang lembab. Annelida terdapat hampir di semua tempat di dunia dengan ukuran yang sangat bervariasi. Beberapa annelida hanya memiliki ukuran tubuh 0,5 cm, namun adap pula yang dapat mencapai panjang beberapa meter. Cacing tanah raksasa Australia merupakan annelida darat yang memiliki ukuran sangat panjang, ukuran cacing ini menyebabkan mereka nampak mirip seperti ular.

Author:Goltiktilar Got
Country:Liechtenstein
Language:English (Spanish)
Genre:Business
Published (Last):15 June 2011
Pages:464
PDF File Size:15.15 Mb
ePub File Size:11.21 Mb
ISBN:965-6-66925-505-4
Downloads:57597
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Malamuro



Annelida diklasifikasikan menjadi 7 kelas, yaitu Archiannelida, Polychaeta, Myzostoma, Oligochaeta, Hirudinea, Echiurida, dan Gephyrea. Namun, hanya tiga kelas yang kebanyakan dibahas yaitu: a. Kelas Polychaeta Polychaeta biasa hidup di dalam pasir atau menggali batu-batuan di daerah pasang surut dan aktif di waktu malam. Struktur tubuh terdiri atas kepala, faring menonjol, berahang, dikelilingi peristomium, dan beratap prostomium.

Peristium terdiri atas empat buah mata, dua tentakel pendek, dua palpus, dan empat tentakel panjang. Setiap segmen, kecuali segmen terakhir, memiliki parapedia yang dilengkapi banyak setae. Setae inilah yang digunakan untuk menggali pasir di celah bebatuan. Contohnya, Nereis sp. Nereis sp. Terdapat sistem respirasi di dalam kulitnya dan telah memiliki pembuluh darah yang mengandung pigmen darah merah hemoglobin.

Pengeluaran sisa zat makanan dilakukan tiap segmen oleh sepasang nefridium, kecuali segmen terakhir. Sistem sarafnya telah dilengkapi dengan ganglion serebral otak yang dihubungkan dengan ganglion subesofageal oleh dua saraf sirkumesofageal, kemudian dihubungkan ke belakang saraf ventral bercabang lateral yang terdapat dalam tiap segmen dan terlihat sebagai tonjolan segmen.

Sistem indra penerima saraf supraesogageal terdiri atas palpus dan tentakel. Selain itu, juga telah terdapat empat buah mata sederhana yang masing-masing terdiri atas kornea, lensa, dan retina.

Sistem reproduksi lebih metameris dibandingkan dengan cacing tanah. Cacing ini bersifat hermafrodit. Testis dan ovarium terbentuk dalam dinding selom dan tersusun segmental. Gamet yang sudah matang akan keluar dari dinding. Pembuahan terjadi di dalam air dan zigot tumbuh menjadi trokofor.

Contoh lain dari cacing ini adalah cacing palolo Eunince viridis dan cacing wawo Lysidice oele. Kedua cacing ini mengandung protein yang tinggi dan banyak terdapat di Maluku.

Pada saat musim tertentu, akan muncul di permukaan laut dalam jumlah yang besar. Kelas Oligochaeta Sebagian besar cacing ini hidup di dalam air tawar atau di darat. Oligochaeta bersifat hermafrodit, tidak berparapodia, dan mempunyai beberapa setae. Kepala belum jelas dan beberapa kelas tidak membentuk larva trokofor, contohnya, Aelosoma sp. Lumbricus terrestris Cacing Tanah Struktur tubuh cacing tanah berbentuk gilig memanjang, bersegmen jelas, panjang kira-kira lebih dari metameter, memiliki mulut berbentuk celah pada ujung anterior di bawah penjuluran dorsal yang disebut protomium, dan anus pada ujung posterior.

Cacing yang telah dewasa mengalami pembengkakan lunak yang disebut kliteum. Pada tiap segmen kecuali segmen pertama dan terakhir terdapat empat pasang setae bulu sikat pendek dan selom bersekat transversal di bawah lipatan kulit. Sistem digesti atau sistem pencernaan terdiri atas traktus digestivus yang berupa sebuah tabung kecil yang dimulai dari mulut—faring— esofagus—tembolok ingluvies berdinding tipis —gizzard lambung tebal — usus halus—anus.

Makanan cacing adalah tanah. Tanah dicerna dan dikeluarkan di permukaan tanah. Kegiatan cacing ini dapat mengangkat kalium dan fosfor dari lapisan tanah bawah ke lapisan tanah atas. Tanah hasil pencernaan cacing ini mengandung banyak nitrogen yang dapat menyuburkan tanah. Jadi, hasil kerja cacing ini membuat tanah menjadi subur dan berareasi baik. Sistem respirasi terjadi di seluruh permukaan cacing yang diliputi oleh kutikula. Pernapasan hanya berlangsung pada saat kutikula dalam keadaan basah.

Selain itu, pembuluh-pembuluh kapiler dalam tubuh mengambil oksigen dan melepaskan CO2. Sistem peredaran darah pada cacing tanah adalah sistem peredaran darah tertutup dengan kapiler-kapiler.

Darahnya berwarna merah dan mengandung amoebosit butiran tidak berwarna , sedangkan yang berwarna merah adalah plasmanya karena mengandung hemoglobin yang larut. Sistem ekskresi, kecuali segmen pertama dan terakhir pengeluaran, dilakukan oleh sepasang nefridium. Saluran yang dilewati sisa makanan pada tiap nefridium adalah nefrostom yang berkelok-kelok dan poros ekskretorius ventral yang akhirnya bermuara di nefridium lubang tubuh.

Selain itu, nefridius juga menerima pembuangan secara difusi dari kapiler darah di sekitar pembuluh. Sistem saraf berupa sebuah rantai ganglion ventral dan ganglion suprafaringeal anterior otak yang terletak di atas faring. Keduanya dihubungkan oleh tali korda saraf tali tangga saraf.

Cacing tanah tidak memiliki mata, tetapi di dalam kulitnya terdapat organ sensoris yang sensitif terhadap sentuhan dan cahaya. Ditinjau dari sistem reproduksinya, cacing ini bersifat hermafrodit, tidak terjadi pembuahan oleh diri sendiri self-fertilizing , tetapi terjadi pembuahan silang karena pematangan sel telur dan sperma tidak terjadi secara bersamaan.

Pada bagian tubuh depan, terdapat bagian yang berwarna lain yang disebut klitelum yang tersusun atas tiga segmen. Di dalam klitelum ini terdapat zat untuk membungkus telur menjadi kokon. Menempelnya klitelum dari dua cacing dapat saling menukar sperma. Hal ini ditandai dengan adanya tonjolan kecil yang mempunyai lubang kelamin yang terletak di bawah esofagus. Kelas Hirudinea Hirudinea hidup di air tawar atau di darat.

Kelas ini mempunyai anggota yang hidup parasitis atau predator dan tidak mempunyai parapodia atau setae-setae. Tubuh tersusun dari 33 segmen, 1 buah prostomium, alat pengisap berupa posterior atau anterior, bersifat hermafrodit, dan mempunyai banyak jaringan ikat.

Contohnya, Hirudo medicinalis sp. Annelida memiliki peranan baik terhadap lingkungan ataupun kehidupan manusia. Peranan terhadap lingkungan, spesies-spesies dari kelas Olygochaeta, khususnya cacing tanah Lumbricus terestris , mampu menguraikan bahan-bahan organik menjadi anorganik serta mampu memperbaiki aerasidalam tanah.

Peranan Annelidaterhadap kehidupan manusia, antara lain, beberapa spesies cacing Polychaeta, misalnya cacing wawo dan palolo dapat digunakan sebagai bahan makanan. Kemudian, dari kelas Hirudinae, khususnya Hirudo medicinalis dapat menghasilkan zat hirudin yang bersifat anti pembekuan darah.

Pada zaman dahulu, lintah digunakan untuk pengobatan, yaitu menyerap racun atau bisa yang masuk ke dalam tubuh manusia.

CANON IR2870 BROCHURE PDF

Annelida Kelas Polychaeta Dan Contohnya

Posting terkait: Filum Annelida adalah cacing selomata berbentuk gelang yang memiliki tubuh memanjang, simeffi bilatiral, bersegmen, dan permukaannya dilapisi kutikula. Dinding tubuh dilengkapi otot. Memiliki prostomium dan sistem sirkulasi. Saluran pencernaan lengkap.

DIJABETES SMRTONOSNA PREVARA PDF

Polychaeta

Chaetopteridae [1] Polychaeta adalah kelas cacing annelida yang umumnya hidup di laut , sebagian juga ditemukan di sungai dan danau air tawar dan sebagin lainnya ditemukan di darat terrestrial. Seluruh permukaan tubuh polychaeta mengandung rambut-rambut kaku atau setae yang dilapisi kutikula sehingga licin dan kaku. Tubuhnya berwarna menarik, seperti ungu kemerah-merahan. Setiap segmen tubuh polychaeta dilengkapi dengan sepasang alat gerak atau alat berenang yang disebut parapodia, pada cacing yang bergerak aktif Errantia , tetapi pada cacing yang relatif lamban bergerak Sedentaria tidak memiliki parapodia. Parapodia berperan sebagai alat pernapasan. Cacing ini tidak mempunyai sadel klitelum seperti pada cacing tanah oligochaeta. Polychaeta memiliki kelamin terpisah dan ada yang hermaprodit.

Related Articles